PERJUANGAN KEDUA ORANG TUA
Suatu hari di sebuah desa yang terpencil hidup lah seorang ibu yang bernama nina, dan juga seorang ayah yang bernama andi. nina ialah seorang ibu yang sangat penyayang dan penyabar, sedangkan andi sebagai seorang ayah dan juga kepala keluarga berdedikasi pada keluarganya maupun berkerja kelas untuk menafkahi keluarga kecilnya. Sebagai seorang kepala keluarga andi bekerja sebagai petani.
Dalam keluarga kecil nya ibu nina dan bapak andi mempunyai dua seorang anak yang masih begitu kecil dan menggemaskannya. Dengan anak pertamanya yang perempuan masih berumur lima tahun dengan ciri khas perawakannya yang mempunyai rambut panjang ikal berwarna kecoklatan yang selalu di kuncir dua dengan begitu menggemaskan. Anak keduanya, yang merupakan lelaki berumur satu tahun yang begitu periangnya mengisi keceriaan suasana sederhana di keluarga kecil ibu nani dan bapak andi.
Di dalam keluarga kecilnya yang hidup dalam kesederhanaan dan tinggal di sebuah rumah kecil yang terbuat dari bambu dan beratapkan jerami. Bapak andi sebagai seorang kepala keluarga, tentunya harus bekerja keras setiap hari untuk memenuhi maupun menafkahi kebutuhan keluarganya sebagai peran ayah dalam keluarganya. Meski bapak andi sudah bekerja untuk menafkahi keluarganya tetapi tentunya hal itu kurang cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, terutama kedua anaknya yang masih kecil tentunya lebih memiliki banyak kebutuhan di tambah lagi dengan rumah kecilnya yang terpencil. Mau tak mau untuk membantu kebutuhan keluarganya ibu nani pun berkerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah-rumah tetangganya yang jarak tempuhnya cukup jauh dan juga menjual sayuran di pasar.
Dalam kehidupan ibu nani yang harus juga bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, ibu nani pun mengalami permasalahan di saat kedua anaknya yang masih kecil dan tentunya masih terus membutuhkan kasih sayang seorang ibu, hal itu pun terhalang oleh pekerjaan yang di lakukan ibu nani. Ibu nani harus menggunakan setengah harinya untuk berkerja dengan kondisi kedua anaknya yang masih kecil hal itu pun membuat ibu nani khawatir meski ia menitipkan kedua anaknya pada teman dekatnya.Tetapi ia tahu bahwa beberapa tetangga di teman dekatnya bergosip di belakang dirinya, tentang kedua anaknya yang di titipkan pada teman dekatnya.
Karena sudah terasa malu dan sakit hati akhirnya di suatu hari ibu nani pun pergi menuju tempat kediaman teman dekatnya dan meminta maaf telah merepotkannya karena menitipkan anaknya.
Dengan perasaan yang sedih ibu nani pun pulang dengan kondisi yang begitu lelahnya setelah berkerja hampir seharian, sembari menggendong anak lelakinya yang berumur 1 tahun bernama ari, ibu nani pun juga menggandeng salah satu tangan anak perempuannya yang bernama kala.
Di tengah perjalanan menuju rumahnya, kala pun berlari riang tanpa beban dengan senyuman kecil manisnya yang selalu ia berikan kepada ibunya, hal itu pun sontak membuat ibu nani merasakan setengah kelelahan mulai hilang setelah melihat senyuman manis dan tawa kecil dari anaknya. Setelah sampai di rumah ibu nani pun kembali bekerja seperti biasa sebagai seorang ibu rumah tangga dengan tanpa lelahnya ia pun kembali mengurus anaknya dan menyambut bapak andi yang juga baru saja pulang dari hari-hari melelahkannya setelah bekerja. Dengan senyuman yang ikhlas meski dalam keadaan lelah ibu nani pun tetap menyambut baik suaminya dan menceritakan hari-harinya yang melelahkan sekaligus untuk melepaskan beberapa beban di pikirannya.
Bapak andi yang mendengar keluh kisah sang istri, yaitu ibu nani tentunya seorang ayah yang sekaligus berperan sebagai kepala keluarga pun hanya juga bisa tersenyum kecil sembari mencoba menenangkan dan memberi beberapa nasehat kepada sang istrinya. Setelah mendengar nasehat dari suaminya tentunya, bu nani pun hanya menganggukkan kepalanya sembari juga tersenyum kecil dan mengucapkan terimakasih.
Ibu nani pun telah berpikir bahwa semua yang terjadi dan segala kelebihan maupun kekurangan yang telah terjadi pada hidupnya, semuanya ialah hanya harus ia syukuri dan mengusahakan yang terbaik, tidak lupa selalu berdoa kepada Tuhan untuk melancarkan segala urusan maupun permasalahan yang terjadi pada hidupnya.
Meskipun hidup dalam kesederhanaan, ibu nani dan bapak andi tidak pernah menyerah. Ia terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Ia berharap bahwa suatu hari nanti, keluarganya dapat hidup lebih baik dan tidak harus mengalami kemiskinan lagi.
Hingga pada suatu hari di kesabarannya ibu nani pun mengalami ujian ketika suami dari ibu nani jatuh sakit. Ia harus dirawat di rumah sakit dan memerlukan biaya yang sangat besar. Ibu nani harus bekerja lebih keras lagi untuk memenuhi biaya pengobatan suaminya. Ia harus menjual hampir semua barang-barang berharga yang dimilikinya untuk membiayai pengobatan suaminya.
Meskipun mengalami kesulitan yang sangat besar, Ibu nani tidak pernah menyerah. Ia terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Ia berharap bahwa suatu hari nanti, suaminya dapat sembuh dan keluarganya dapat hidup lebih baik lagi.
Setelah beberapa bulan, bapak andi pun akhirnya sembuh. Ia dapat kembali bekerja sebagai petani dan membantu Sri memenuhi kebutuhan keluarganya. Sri sangat gembira dan bersyukur atas kesembuhan suaminya.
Namun, perjuangan ibu nani belum berakhir. Ia masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia masih harus menjual sayuran di pasar dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah-rumah tetangga.
Meskipun mengalami kesulitan yang sangat besar, ibu nani tidak pernah menyerah. Ia terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Ia berharap bahwa suatu hari nanti, keluarganya dapat hidup lebih baik dan tidak harus mengalami kemiskinan lagi.
Tahun-tahun berlalu, dan ibu nani maupun bapak andi terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia tidak pernah menyerah dan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya.
Hingga setelah waktu berlalu, anak-anak dari ibu nani pun sudah dewasa dan dapat membantu orang tuanya memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka dapat bekerja dan membantu membiayai kebutuhan keluarganya.
Ibu nani dan bapak andi pun sangat gembira dan bersyukur atas kesuksesan anak-anaknya. Ia dapat hidup lebih baik dan tidak harus mengalami kemiskinan lagi. Ia dapat menikmati hasil kerja kerasnya dan dapat hidup dengan lebih bahagia.
Tentunya dari cerita di atas pesan moral yang bisa kita dapatkan adalah jangan pernah menyerah dan terus berusaha untuk mencapai tujuan kita. Kita harus selalu berdedikasi pada keluarga kita dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi mereka. Kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita miliki dan tidak harus mengeluh atas kesulitan yang kita alami. Dan harus selalu berharap bahwa suatu hari nanti, kita dapat hidup lebih baik dan tidak harus mengalami kesulitan lagi.
No comments:
Post a Comment